bisnis paling gratis

Senin, 30 November 2009

AMANG Gerilyawan Cilik, Karakter yang Dipaksakan


Komik Perjuangan, Pejuang Cilik

Review Komik:
Judul Komik : AMANG, Gerilyawan Cilik
Dipublikasikan : Di majalah Ananda Dimuat secara bersambung
Edisi : Majalah Ananda No. TH.XIV (1992) s.d. Majalah Ananda No.51 TH.XIV (1992)
Cerita dan Gambar : Arfa


Kisah cerita komik yang berlatar belakang masa perjuangan bangsa sangat jarang kita temui. Dalam kisah ini tokoh utamanya mengingatkan kita (saya) pada TEMON.

Bagi yang pernah menonton film Indonesia yang bertema perjuangan dulu, pasti tahu tokoh karakter film seorang anak pejuang bernama Temon. Temon, anak kecil yang selalu menyeka ingus di dalam film perjuangan itu.

Amang, tokoh dalam komik ini dilukiskan sang komikus ARFA berwajah mirip bahkan persis dengan Temon tersebut. Dapat ditebak, mungkin Arfa ter-inspirasi dari film tersebut untuk membuat komik ini.

Senin, 02 November 2009

Hasmi ingin Gundala dibikin Game

Siapa yang tak ingin karyanya dikenal luas oleh orang lain. Hal ini terungkap keinginan Hasmi dalam sebuah artikel dari surat kabar harian lokal di kotaku. Artikel Berita komik berikut ini dipublikasikan di Surat Kabar Harian Radar Banjarmasin pada hari rabu, 30 September 2009. silahkan anda simak artikel dalam koran tersebut.
---------------

Hasmi, sang Pencipta Gundala; Dulu dan Sekarang
Berharap Ada Yang Bikin Game Gundala

Bulan ini, 40 tahun lalu, muncul kali pertama komik berjudul Gundala Putra Petir. Saat itu, Gundala, si tokoh utama, sempat menjadi pujaan anak-anak. Dia adalah superhero asli buatan Indonesia. "Bagaimana nasib si pencipta tokoh itu sekarang"

----


NAMA panjangnya adalah Harya Sura Minata. Tapi, nama bekennya Hasmi. Dialah sosok di balik tokoh superhero Gundala. Sejumlah judul komik yang saat itu populer lahir dari tangan¬nya. Kini Hasmi berusia 63 tahun dengan dua anak yang masih kecil.
Komik dengan tokoh utama Gundala kali pertama di-launching pada 1969.

Kamis, 01 Oktober 2009

Karya Teguh Santosa baratayudha diterbitkan

Kisah komik Baratayuda ini tak lain dan tak bukan merupakan komik dari kisah epos Mahabharata. Siapa yang tidak mengetahui kisah mitologi kesusastraan Hindu ini. Mahabharata. Kisah ini merupakan kisah wangsa Bharata, kisah keturunan bangsa Bharata. Puncak cerita ini atau klimak cerita bertempat kisah di padang kurusetra. Kisah peperangan besar selama 15 hari antara pandawa lima dan kurawa.

Teguh Santosa selaku pembuat komik ini membuat komik ini menjadi menarik dan bernuansa Indonesia (Mahabharata versi Jawa). Ini merupakan karya komik beliau berjudul Bharatayudha (Mahabharata) yang kurun waktu yang lalu sekitar tahun 1980-an diterbitkan secara bersambung di majalah Ananda. Majalah Ananda majalah anak yang sekarang ini tidak terbit lagi. Kini karya beliau tersebut dihadirkan kembali. Diterbitkan dalam sebuah komik secara lengkap (utuh).
Upaya penerbitan ini tidak semata-mata usaha membangkitkan kembali perkomikan Indonesia. Saat ini perkomikan Indonesia memasuki babak kedua. Juga untuk melestarikan budaya bangsa, yaitu komik cerita wayang.

Sebelumnya. Mahabharata ini, tak hanya dibuat oleh Teguh Santosa saja. Pendahulunya, R.A. Kosasih (dikenal sebagai bapak komik Indonesia, juga pembuat komik mahabharata) telah lebih dulu menerbitkan karyanya sendiri dalam bentuk buku komik bersambung.