bisnis paling gratis

Senin, 30 November 2009

AMANG Gerilyawan Cilik, Karakter yang Dipaksakan


Komik Perjuangan, Pejuang Cilik

Review Komik:
Judul Komik : AMANG, Gerilyawan Cilik
Dipublikasikan : Di majalah Ananda Dimuat secara bersambung
Edisi : Majalah Ananda No. TH.XIV (1992) s.d. Majalah Ananda No.51 TH.XIV (1992)
Cerita dan Gambar : Arfa


Kisah cerita komik yang berlatar belakang masa perjuangan bangsa sangat jarang kita temui. Dalam kisah ini tokoh utamanya mengingatkan kita (saya) pada TEMON.

Bagi yang pernah menonton film Indonesia yang bertema perjuangan dulu, pasti tahu tokoh karakter film seorang anak pejuang bernama Temon. Temon, anak kecil yang selalu menyeka ingus di dalam film perjuangan itu.

Amang, tokoh dalam komik ini dilukiskan sang komikus ARFA berwajah mirip bahkan persis dengan Temon tersebut. Dapat ditebak, mungkin Arfa ter-inspirasi dari film tersebut untuk membuat komik ini.

Dalam kisah ini cerita Amang sangat dipaksakan. Karakternya diawal cerita Amang hanyalah anak kecil yang merindukan bapaknya yang seorang pejuang. Pejuang yang secara tiba-tiba menghilang. Kabarnya diculik antek belanda yang menentang perjuangan bangsa.

Amang yang semula tidak terlibat, namun secara tiba-tiba terlibat langsung dalam perjuangan bangsa dari desa tersebut. Sangat drastis memang perubahan karakter si amang ini. Dan yang sangat janggal, Amang dapat mengambil puluhan bedil yang kemudian diseretnya dalam sebuah karung tanpa mengalami kesulitan.....Janggal dan ceritanya sangat dipaksakan untuk menjalin alur cerita dalam kisah ini.

Kalau kita pikir kembali. Bagaimana mungkin seorang anak kecil menyeret sekarung senjata tanpa sepengetahuan penjaga (Penjajah) .... sangat dipaksakan...kan.
Alur cerita yang dibuat dan plot yang luar biasa istimewa. Keberuntungan si Amang, Sang Amang gerilyawan cilik ini yang secara kebetulan sering kali secara kebetulan sering kali memberikan kemenangan dalam membantu para pejuang dalam melawan penjajah. Sehingga para pejuang meraih kemenangan gemilang atas bantuannya yang tak sengaja.

Cerita ini sangat sulit dipahami selain penuh kebetulan dan janggal juga dalam penerbitan secara bersambung di majalah anak-anak ananda tersebut juga ada bagian halaman yang melompat ceritanya. halaman tersebut ada bagian yang tidak dicetak oleh pihak majalah ananda...sepertinya begitu.....
Hal ini diketahui adanya ketidak sinambungan cerita dengan edisi majalah yang satu dengan edisi majalah ananda selanjutnya.
Memang dipaksakan komik ini yang dibuat di tahun 1992 untuk memperingati bulan November bulan yang ada hari pahlawannya.



Salam pengemar komik, (Kamis, 1-okt-2009)



Note :
Kisah pejuang cilik yang lainnya seperti Asis karya Wid NS, Andono karya Teguh Santosa
NB :
Kejanggalan kisah ini saya tulis di tulisan tersendiri.

[i]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar